Sejarah Masjidil Aqsa

Masjid-Al-Aqsa

Begitu Penting untuk Sejarah Masjidil Aqsa!

Masjidil Aqsa merupakan tempat suci kedua bagi umat Islam sedunia, setelah Masjidil Haram di Mekah. Masjid yang berada Yerusalem, Palestina, ini adalah masjid tertua kedua di bumi. Masjidil Aqsa dibangun setelah Masjidil Haram dalam rentang waktu 40 tahun.

Wilayah tempat Masjidil Aqsa berada sering disebut sebagai Baitul Maqdis yang artinya rumah yang suci. Sedangkan kata Aqsa berarti tempat yang sangat jauh. Penamaan Masjidil Aqsa diyakini sebagai gambaran betapa jauhnya jarak masjid ini dengan Masjidil Haram. Wilayah yang Diperebutkan

Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia yang disucikan oleh umat tiga agama, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Sejarah Yerusalem yang banyak diketahui dimulai sejak zaman Nabi Daud. Kala itu Nabi Daud dikenal sebagai raja yang berhasil menduduki Yerusalem dan membangun kota di sana. Tahta Nabi Daud kemudian dilanjutkan oleh anaknya, Nabi Sulaiman. Pembangunan di masa-masa selanjutnya berjalan pesat namun banyak mengalami keruntuhan karena perang yang melibatkan bangsa Yahudi dan Romawi.

Masjidil Aqsa memiliki nilai sejarah sangat tinggi. Wilayah ini erat kaitannya dengan riwayat nabi-nabi Allah SWT sebelum Nabi Muhammad SAW. Ada yang mengatakan bahwa Masjidil Aqsa awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim sebagai tempat sholatnya. Kemudian diikuti dan dilanjutkan oleh keluarga dan keturunannya. Beberapa nabi yang sering disebut dalam riwayat Baitul Maqdis antara lain adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ishak, Nabi Yakub, Nabi Yusuf, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Musa.

Sepanjang sejarah kehidupan manusia, wilayah Yerusalem bisa dikatakan tak pernah lepas dari peperangan. Wilayah ini selalu jari rebutan berbagai kaum yang ingin menguasainya.

Nilai Sejarah Masjidil Aqsa

Dari tempat inilah Nabi Muhammad SAW diangkat ke langit ke-7 dalam perjalanan Isra Mi’raj untuk menemui Allah SWT. Dalam perjalanan penting inilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah sholat wajib 5 waktu sehari bagi seluruh umat Islam di dunia. Masjidil Aqsa pernah menjadi kiblat sholat umat Islam sebelum Ka'bah. Dengan kata lain, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam.

Umat Islam kala itu sholat menghadap Masjidil Aqsa. Hal ini berlangsung sekitar 16 – 17 bulan. Kemudian, setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW mendapat petunjuk agar sholat menghadap Kabah. Sejak itulah hingga sekarang kiblat umat Islam sedunia adalah Kabah di Mekah.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, Masjidil Aqsa belum berbentuk bangunan seperti yang ada saat ini. Dahulu, pengertian masjid tidaklah mengacu pada bangunan fisik layaknya masjid yang diketahui orang zaman sekarang. Masjid memiliki arti tempat ibadah atau tempat sujud. Area yang biasa dipakai sebagai tempat ibadah, walaupun berupa hamparan kain untuk bersujud, bisa disebut masjid.

Adalah Umar bin Khattab, yang berhasil membangun Masjidil Aqsa yang terletak di Bukit Suci ini. Tidak diketahui secara pasti bagaimana bentuk masjid kecil tersebut awalnya. Seiring berjalannya waktu, Masjidil Aqsa mengalami banyak renovasi. Bangunan masjid diperluas dan kawasan sekitarnya ditata yang dilakukan penguasa wilayah tersebut, dari generasi ke generasi.

Dalam komplek Masjidil Aqsa, terdapat masjid lain yang dinamai Masjid Ash-Shakrah. Masjid ini disebut juga Masjid Umar karena di titik inilah Nabi Muhammad SAW berpijak saat diangkat ke langit dalam Isra Mi’raj, dan di sini jugalah tempat Umar sering berdo’a. Masjid ini memiliki kubah batu dengan warna emas dan sering disebut sebagai Dome of The Rock. Komplek Masjidil Aqsa sering juga disebut sebagai Haram Al Syarif.
© 2016 PT Holyland Abadi Supported by: Blogger