Sejarah Asal Mula Air Zam Zam & Manfaatnya


Air Zam Zam merupakan sebuah sumur yang mengeluarkan mata air berada di kawasan Masjidil Haram tepatnya di sebelah tenggara Kabah. Sumur yang memiliki kedalaman 42 meter ini menjadi pusat suplai air di Kota Mekah. Air Zam Zam adalah air yang terbaik dan air suci di permukaan bumi ini.

Jamaah haji dan umroh biasanya membawa air Zam Zam sebagai oleh-oleh ke kampung halamannya. Beberapa ulama berpendapat bahwa membawa air Zam Zam ke kampung halaman tidak masalah. Seperti yang terdapat di dalam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah “Barangsiapa yang membawa sesuatu dari air Zam Zam, sungguh ulama-ulama salaf zaman dahulu telah melakukannya dan itu tidak menjadi masalah.”

Asal Mula Air Zam Zam

Asal mula air Zam Zam terjadi sekitar 4.000 tahun yang lalu. Di saat itu kawasan Kota Mekah merupakan tanah yang gersang, tandus dan tidak berpenghuni. Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk membawa Siti Hajar dan Ismail ke tanah yang gersang dan tandus tersebut. Nabi Ibrahim kemudian meninggalkan mereka berdua padahal Ismail masih bayi.

Setelah ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim beberapa lama kemudian perbekalan makanan dan minuman telah habis. Suatu saat bayi Ismail merasa kehausan dan menangis. Air susu Siti Hajar telah kering karena kekurangan air minum. Siti Hajar berusaha mencari air dengan berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah bolak-balik sebanyak 7 kali dan meninggalkan bayi Ismail sendiri. Ketika berlari kecil bolak-balik tersebut Siti Hajar berdoa kepada Allah agar memberikan air untuk minum.

Setelah 7 kali bolak-balik dari Bukit Safa dan Bukit Marwah Siti Hajar kembali kepada bayi Ismail. Hajar merasa terkejut karena di bawah kaki bayi Ismail terdapat mata air yang memancar dengan deras. Siti Hajar berusaha menampung pancaran mata air tersebut sambil mengatakan Zam Zam yang artinya menampung. Atas kehendak Allah SWT kaki kecil bayi Ismail menghentak-hentakkan tanah dengan bantuan malaikat Jibril dan keluarkan air yang sangat deras.

Beberapa tahun kemudian Nabi Ibrahim datang dan melihat keadaan tersebut kemudian bersyukur kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim diperintahkan untuk meninggikan Baitullah dan beliau mengerjakannya bersama Ismail.

Air Zam Zam memberikan banyak berkah kepada penduduk Mekah dan menjadikannya untuk kebutuhan sehari-hari. Saat ini air Zam Zam dapat dinikmati seluruh umat di dunia terutama bagi umat muslim yang datang ke Mekah untuk beribadah haji dan umroh. Air Zam Zam ini selalu memancarkan airnya dan tidak pernah kekeringan meskipun sumur di sekitarnya sedang mengalami kekeringan.

Di zaman dahulu air Zam Zam diambil dengan cara ditimba. Jamaah haji yang ingin mengambil air Zam Zam harus bergerombol di sekitarnya. Selain untuk diminum, air Zam Zam digunakan untuk berwudhu dan mandi sebagai tabarru seraya berdoa. Kondisi ini dapat mengurangi kekhusukan dalam beribadah.

Akhirnya Pemerintah Arab Saudi berinisiatif membangun pompa-pompa air untuk mengalirkan air Zam Zam. Pembangunan pompa-pompa air tersebut dilakukan oleh Insinyur Yahya Kusyak yang dioperasikan pada tahun 1975. Dengan adanya pengaliran air Zam Zam melalui pompa maka air yang keluar terjaga bau, rasa dan warnanya.

Penelitian Terhadap Air Zam Zam

Keajaiban yang diberikan air Zam Zam mengundang beberapa pakar untuk melakukan penelitian terhadap kondisi, struktur dan senyawanya. Penelitian pertama dilakukan oleh Yahya Kusyak pada tanggal 17 Jumadilawal tahun 1399 H. Yahya Kusyak dan rekannya masuk ke sumur Zam Zam setelah membersihkan diri dan berwudhu.

Dari hasil penelitiannya diperoleh hasil bahwa sumur Zam Zam memiliki kedalaman 30,5 meter dan 17,5 meter terdiri dari batu-batuan granit. Saat memasuki sumur sekalian juga membersihkan sumur. Ketika pembersihan tersebut diperoleh beberapa benda-benda seperti koin mata uang, cincin, kepingan logam mulia, barang gerabah dan barang keramik.

Penelitian berikutnya dilakukan oleh peneliti yang suruhan dari Raja Faisal untuk menjawab tuduhan kotor dari doktor Mesir yang menjelek-jelekkan air Zam Zam. Doktor Mesir tersebut mengatakan bahwa air Zam Zam berasal dari resapan sisa air buangan penduduk Mekah dan tidak sehat untuk diminum. Raja Faisal memerintahkan untuk melakukan penelitian di laboratorium Eropa.

Kemudian Tariq Hussain seorang insinyur kimia meneliti air Zam Zam bahkan masuk ke dalam sumur untuk mengetahui keadaan di dalam sumur. Tariq merasa heran karena dari sumur kecil berukuran 4x5 meter dapat memancarkan air berjuta-juta liter setiap tahunnya.

Menurut penelitian yang telah dilakukan di laboratorium Arab Saudi dan Eropa menyimpulkan bahwa air Zam Zam mengandung zat fluorida seperti pada kandungan obat-obatan yang bermanfaat untuk membunuh kuman. Air Zam Zam juga mengandung magnesium dan kalsium dalam jumlah yang lebih banyak daripada sumur lainnya di Mekah yang memberikan efek menyegarkan bagi peminumnya. Dari hasil penelitian di laboratorium Eropa diperoleh hasil bahwa air Zam Zam sangat layak untuk dikonsumsi. Jika dilihat menggunakan mikroskop terlihat bahwa kristal air Zam Zam tersusun sangat indah. Kehebatan air Zam Zam lainnya adalah sumur Zam Zam tidak pernah ditumbuhi lumut padahal sumur-sumur lainnya ada kemungkinan ditumbuhi lumut.

Manfaat Air Zam Zam

Manfaat air Zam Zam sangat banyak terutama untuk kesehatan. Air Zam Zam yang diminum dapat mengenyangkan dan menjadi penawar berbagai penyakit tergantung pada niatnya.Air Zam Zam sangat istimewa karena mata airnya tidak pernah kering dan terus memancarkan air meskipun berada di tengah padang pasir yang tandus.

Khasiat air Zam Zam dapat mengenyangkan meskipun hanya meminum air Zam Zam saja tanpa memakan sesuatu. Hal ini telah diriwayatkan di dalam Sahih Muslim. “Nabi bertanya kepada Abu Dzarr yang tinggal selama 30 hari di sekitar Kabah tanpa makanan dan minuman selain air Zam Zam, siapa yang memebrimu makan? Saya tidak mempunyai apa-apa selain air Zam Zam ini tetapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku ini. Abu Dzarr menjelaskan, saya juga tidak merasakan lemah, lelah atau lapar dan tidak menjadi kurus. Lalu Nabi Muhammad SAW mnjelaskan bahwa sesungguhnya Zam Zam adalah air yang diberkahi dan makanan yang mengandung gizi.”

Nabi Muhammad bersabda “Air Zam Zam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau meminumnya dengan niat agar sembuh dari penyakitmu maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau meminumnya dengan niat merasa kenyang maka Allah akan mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu maka Allah akan menghilangkan rasa dahaga yang engkau rasakan. Ia adalah tekanan dari tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail. (HR. Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Imam Ibnu Qayyim menceritakan metode penyembuhan penyakitnya menggunakan air Zam Zam dan dipadukan dengan rukyah dari Al Quran. Ketika itu tidak ada dokter atau tabib yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Kemudian Ibnu Qayyim mengambil segelas air Zam Zam dan dibacakan surat Al Fatihah berkali-kali lalu meminumnya. Dan penyakitnya menjadi sembuh atas kuasa Allah.

Air Zam Zam merupakan keajaiban dari Allah yang diturunkan melalui Ismail. Khasiat air Zam Zam sangat dahsyat terutama untuk menyembuhkan penyakit.
© 2016 PT Holyland Abadi Supported by: Blogger